Untuk kamar mandi dan area basah, pilih pintu UPVC. Material ini anti-air dan anti-jamur, tidak memuai atau menyusut saat lembap, dan hampir tanpa perawatan. Alternatifnya PVC yang lebih ekonomis, atau aluminium jika ingin ada bidang kaca. Hindari pintu kayu di kamar mandi karena seratnya menyerap uap dan lama-lama bengkak.
Air adalah musuh utama pintu di kamar mandi. Uap yang naik tiap kali mandi lama-lama meresap ke material yang punya pori, membuatnya memuai, lalu menyusut lagi saat kering. Siklus itu yang bikin pintu kayu atau HPL menggelembung, lapuk di bagian bawah, dan susah ditutup rapat setelah setahun dua tahun.
Maka pertanyaannya bukan model apa, tapi material apa. Berikut pilihan yang memang dibuat untuk area basah.
UPVC — pilihan paling aman
UPVC tidak menyerap air sama sekali. Ia tidak memuai atau menyusut mengikuti kelembapan, tidak berjamur, dan nyaris tanpa perawatan — cukup dilap. Untuk kamar mandi keluarga yang dipakai setiap hari, ini pilihan yang paling jarang menimbulkan masalah di kemudian hari. Willmore menyediakan pintu UPVC khusus area basah dengan ukuran standar 80 × 200 cm.
PVC — ekonomis untuk area servis
PVC lebih ringan dan lebih murah dari UPVC. Ia tetap tahan air, jadi cocok untuk kamar mandi belakang, kamar mandi pembantu, atau area cuci — tempat yang butuh pintu tahan lembap tanpa harus tampil menonjol.
Aluminium — kalau mau ada kacanya
Kalau kamu ingin kamar mandi terasa lebih lapang atau butuh bidang kaca, rangka aluminium tidak berkarat dan tahan lembap. Tampilannya lebih tegas dan modern, meski harganya di atas UPVC.
Kenapa bukan kayu?
Kayu tetap material yang indah — tempatnya di kamar tidur, bukan kamar mandi. Sekuat apa pun finishing-nya, kayu punya serat yang menyerap uap. Di ruang yang lembap sepanjang hari, itu pertaruhan yang jarang menang.
Perbandingan singkat
| Material | Tahan air | Cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|---|
| UPVC | Sangat baik | Kamar mandi utama | Stabil, anti-jamur, bebas perawatan |
| PVC | Baik | Kamar mandi servis | Paling ekonomis, lebih ringan |
| Aluminium | Baik | Yang butuh kaca | Modern, tidak berkarat, harga di atas UPVC |
| Kayu / HPL | Buruk | Hindari di area basah | Menyerap uap, bengkak, lapuk |
Ringkasan cepat
- Pilihan utama: UPVC — anti-air, anti-jamur, tidak memuai.
- Hemat: PVC untuk kamar mandi servis.
- Mau kaca: aluminium yang tidak berkarat.
- Hindari: kayu dan HPL di ruang basah.
- Ukur lubang kusen di tiga titik (atas, tengah, bawah) sebelum beli — dinding jarang benar-benar rata.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pintu kamar mandi sebaiknya bahan apa?
Untuk kamar mandi utama, pilih UPVC karena anti-air, anti-jamur, dan tidak memuai saat lembap. Untuk kamar mandi servis yang lebih hemat, PVC sudah cukup. Jika ingin ada bidang kaca, gunakan rangka aluminium yang tidak berkarat. Hindari kayu dan HPL di area basah.
Apakah pintu UPVC tahan lama di kamar mandi?
Ya. UPVC tidak menyerap air sehingga tidak lapuk atau bengkak seperti kayu, dan tidak berkarat seperti logam biasa. Perawatannya cukup dilap. Inilah alasan UPVC jadi standar untuk area basah.
Berapa ukuran standar pintu kamar mandi?
Ukuran umum pintu kamar mandi di Indonesia sekitar 70–80 × 200 cm. Pintu UPVC area basah Willmore tersedia pada ukuran standar 80 × 200 cm. Selalu ukur lubang kusen Anda dulu sebelum memesan.
Apakah Willmore membuat pintu kamar mandi?
Ya. Willmore memproduksi pintu UPVC dan PVC untuk area basah, serta aluminium berkaca, semuanya dari pabrik di Semarang dan dikirim ke seluruh Indonesia.